Pemula, Defense Lebih Baik Man to Man


TAK hanya 48 peserta Indonesia Development Camp (IDC) yang mendapatkan limpahan ilmu dari asisten pelatih NBA, Neal Meyer dan Joe Prunty. Sebanyak 32 pelatih terpilih dari 16 kota juga mendapatkan pelatihan langsung dari dua figur yang memegang peranan penting di Portland Trail Blazers dan Los Angeles Clippers di NBA musim lalu itu. Program itu diberi nama Coaches Clinic yang juga digelar di DBL Arena Surabaya.

Dalam sesi yang berlangsung selama satu jam tersebut, para perlatih dipersilahkan bertanya langsung. Baik kepada Meyer maupun Prunty.

Kebanyakan para pelatih menanyakan tentang bagaimana teknik melatih yang baik dan benar. Pelatih SMAN 1 Boyolangu Tulungagung, Andri Prasetyo, bertanya mengenai apa saja kekurangan para peserta camp dan bagaimana cara memperbaikinya.

Menurut Meyer, kekurangan para peserta terletak pada fundamental basket mereka. ”Basic Fundamental adalah hal yang paling penting dalam basket. Di NBA, kami juga mengajarkan fundamental selama bertahun-tahun,” ujar Meyer.

Menurut Prunty dan Meyer, modal awal untuk dapat menghasilkan pemain bintang adalah memperbaiki fundamental skill yang baik terlebih dulu. ”Kemampuan kaki yang bekerja keras terlebih dahulu, baru kemudian shooting, passing, dribble,” sebut Prunty.

Pelatihan fundamental itu juga harus diterapkan sedini mungkin. Bahkan kalau bisa sebelum SMA. ”Di Amerika, anak-anak berlatih fundamental sejak usia mereka masih sangat kecil. Sehingga mereka lebih maju dari sini,” imbuh Meyer.

Untuk masalah defense, Prunty juga membuka pandangan para pelatih, bahwa di tingkat dasar yang lebih baik diasah adalah man to man terlebih dahulu. Sebab, taktik man to man lebih efektif. Bagi pebasket pemula, zone defense relatif sulit untuk diterapkan.

”Man to man yang baik adalah yang terlihat seperti zone defense dan zone defense yang baik punya prinsip dasar man to man,” saran Prunty.

Sebelumnya, dalam game kemarin, Prunty dan Mayer sempat ”memaksa” para camper untuk bermain dengan pola pertahanan man to man. Kalau ada tim yang tampil dengan zone defense, maka tim itu langsung langsung kena technical foul.

Dalam menjelaskan banyak hal tersebut, Meyer dan Prunty tak sekedar duduk di depan, mereka mencontohkan langsung dengan gerakan dan menggambar pola di papan tulis. Sehingga, para pelatih langsung dapat dengan mudah memahami yang mereka jelaskan.

Seusai pelatihan, para pelatih mengaku mendapatkan banyak sekali pengetahuan yang belum mereka ketahui selama ini. ”Ini benar-benar membuka wawasan kami. Selama ini kan banyak yang mengira yang paling ampuh adalah zone defense. Ternyata di NBA sudah diwajibkan man to man,” ujar Rismayadi, pelatih SMAN 1 Bandung.

”Kami juga jadi menyadari bahwa, yang terpenting dalam melatih basket adalah fundamentalnya terlebih dulu, baru kemudian tekniknya,” imbuh Rismayadi.

Pelatih SMAN 1 Samarinda, Laurensia Ferni, juga termotivasi untuk segera membagikan ilmunya ke tempat asalnya. ”Saya jadi semakin semangat untuk mengembangkan basket lebih baik lagi nanti sepulang dari sini,” ujarnya.

Joe Prunty mengaku terkesan dengan antusiasme para pelatih dalam coaches clinic kemarin. ”Saya merasa terhormat dapat membagikan ilmu pada mereka. Pertanyaan mereka bagus-bagus,” ujar Prunty.

PRIDE.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: